note

note

Kamis, 24 Mei 2012

Park Shi Hoo Profil

Annyeonghaseyo, kali ini Key pengen ngenalin salah satu actor favorite Key nih... namanya Park Shi Hoo.... pertama kali liat Park Shi Hoo, Key falling in love with his smile... OMG, Acting nya juga OK... akhirnya Key cari tau profil n Film yang dia mainkan ternyata dia dapat award the best actor loh....

Profile Biodata Park Shi Hoo
Nama Publik : 박시후 / Park Shi Hoo
Nama Asli : 박평호 / Park Pyung Ho
Tanggal Lahir : 03 April 1978 ( Zodiak Aries)
Tinggi : 182 cm
Berat : 70 kg
Tipe Darah: B
Keluarga: Ayah (Fashion/CF models), Ibu, dan Adik laki-laki/Park Wu Ho (Pemain Baseball)
Agensi : StarK Entertainment
Hobi : Menyelam dan snowboard,
Olahraga : beladiri Aikido, tinju, dan bermain anggar, Basketball

Drama :
The Princess Man (Drama, KBS2, 2011) as Kim Seung Yoo
Queen of Reversals (Drama, MBC, 2010) as Goo Yong Shik
Prosecutor Princess (Drama, SBS, 2010) as Seo In Woo
Family's Honor (Drama, SBS, 2008) as Lee Kang Suk
Iljimae (Drama, SBS, 2008) as Shi Hoo
 How to Meet a Perfect Neighbor (Drama, SBS, 2007) as Yoo Joon Suk
What Star Did You Come From (Drama, MBC, 2006) as Han Jung Hoon
Let’s Marry (Drama, MBC, 2005) as Kang Jae Hoo
Delightful Girl Choon Hyang (Drama, KBS2, 2005) Cameo


Movie
I'm A Killer (2012) Lee Doo Suk
Mr. Bullet (Film, 2007)



Web Drama:
Haru: An Unforgettable Day in Korea (2010)



Music Videos:
2009 : Kim Bum Soo, “Taste of Separation”
2006 : Alex and Ji Sun, “I love you” and “Very Heartbreaking Words.”
2005 : Gavy NJ, “Happiness” and “I Will Still Live.”



Award :
- 2011 KBS Drama Awards: Top Excellence Awards, Best Actor (The Princess’ Man)
- 2011 KBS Drama Awards: Popularity Award (The Princess’ Man)
- 2011 KBS Drama Awards: Best Couple Awards with Moon Chae Won (The Princess’ Man)
- 2011 Style Icon Awards (SIA): SIA’s Discovery
- 2010 MBC Drama Awards: Excellence Award, Actor (Queen of Reversals)
- 2009 SBS Drama Awards: Special Production Actor Award (Family’s Honor)
- 2007 SBS Drama Awards: New Star Award

berikut Key masukkan beberapa photo Park Shi Hoo:
- Park Shi Hoo in Princess Man

- Park Shi Hoo in Queen Reversal



- Park Shi Hoo In Princess Prosecutor
- Park Shi Hoo in Family Honour
- Park Shi Hoo in Iljimae

- Park Shi Hoo in How to Meet a Perfect Neighbour
-park shi hoo in What Star are you come from
- Park Shi Hoo in Let's Marry
- Park Shi Hoo in Sassy Girl

- Park Shi Hoo in Haru
-Park Shi Hoo in Mr. Bullet
- Park Shi Hoo Others photo
Hope you enjoy it... comment ya...
Gamsahamnida (^_^)/

Hanbok- Korean traditional Clothes

Annyeonghaseyo, Key kali ini membahas tentang baju traditional Korea that we always say Hanbok.... Key mulai tertarik ama nih baju ketika nonton K-Drama yang berlatarkan masa kerajaan dulu... Key like this clothes because pakaiannya sopan n cerah... Key pengen share sedikit info tentang Hanbok ini.... ^_^ / Met membaca ya readers.


Hanbok (Korea Selatan) atau Chosŏn-ot (Korea Utara) adalah pakaian tradisional masyarakat Korea. Hanbok pada umumnya memiliki warna yang cerah, dengan garis yang sederhana serta tidak memiliki saku. Hanbok berasal dari kata “Han” yakni mengacu pada sebutan orang Korea sendiri serta “Bok” yakni pakaian. Jadi, secara umum Hanbok berarti pakaian orang Korea. Walaupun secara harfiah berarti "pakaian orang Korea", hanbok pada saat ini mengacu pada "pakaian gaya Dinasti Joseon" yang biasa dipakai secara formal atau semi-formal dalam perayaan atau festival tradisional.


Bagian-bagian Hanbok :

1. Jeogori: ialah bagian atas dari hanbok ( baju ).Untuk wanita agak pendek dan ditandai garis lengkung  dan dekorasi yang lembut.

2.Deong Jong : yaitu krah yang berwarna yang berwarna putih .

3.  Otgoreum (Cloth Strings):  adalah pita yang dipakai pada baju hambok untuk wanita, yang melintang hingga ke Rok ( chima )

4. Chima : adalah rok pada bagian hanbok. Ada berbagai macam jenis chima, ada yang lapisan tunggal dan ada juga yang double.

5.Pattern:  susunan gambar atau garis  dan juga perpaduan warna.

Masih banyak lagi istilah bagian pada hanbok, misalnya baerae ( pada lengan ), kket dong ( lengan ) dan lain sebagainya.


  1. Jeogori: bagian atas dari hanbok ( baju ).Untuk hanbok laki-laki ukurannya lebih besar dan simple,

  2. Sokgui : Bagian dalam Jeogori

  3. Durumagi : Pakaian terluar yang dipakai pada waktu-waktu tertentu, dipakai setelah Sokgui.

  4. Baji : Celana

  5. Sokbaji : Dalaman baji

  6. Beoseon: Kaos Kaki

  7. Kkotsin : Sebutan untuk sepatu yang terbuat dari sutra



Untuk aksesoris ketika mengenakan Hanbok baju tradisional Korea juga ada dan itu juga tidak kalah pentingnya. Pada wanita terdapat Jokduri, Hwagwan, Jobawi, Dwikkoji, Daenggi, Ayam, Gulle, Cheopji, Binyeo, dan Norigae. Untuk aksesoris pria terdapat Samo, Gat, Nambawi, Bokgeon, dan Hogeon.
  • Untuk Wanita
Jokduri (Satu jenis mahkota yang dikenakan oleh wanita untuk melengkapi gaun pengantin. Biasanya dipakai bersama dengan wonsam (mantel panjang pengantin). Kertas keras dan mengisi kapas yang itutupi dengan sutra, dan ornamen cloisonne ditempatkan di atasnya.); Hwagwan (Mahkota dipakai oleh perempuan bersamaan dengan gaun pengantin. Dihiasi dengan ornamen kupu-kupu, lima warna manik-manik, dan benang emas, Hwagwan lebih mewah dari jokduri dan sebagian besar dikenakan dengan hwarot atau dangui.); Jobawi (Sebuah topi musim dingin untuk perempuan. Hal ini terbuka di atas, dan sisi-sisinya yang bulat untuk sepenuhnya menutupi telinga.); Gulle (Merupakan tutup kepala untuk menjaga anak-anak agar tetap hangat. Sebagian besar dipakai oleh kedua anak laki-laki dan perempuan berusia satu tahun sampai lima tahun.); Ayam (Topi musim dingin sebagian besar dipakai perempuan Korea. Bentuknya tidak menutupi telinga, dan beberapa dilapisi dengan bulu.); Dwikkoji (Sebuah aksesori rambut perempuan di Dinasti Joseon.); Binyeo (Jepit rambut batang, yang digunakan untuk mengikat sebuah mahkota atau wig dan tahan rambut dikepang atas. Selain penggunaan praktis, binyeo memiliki tujuan dekoratif dan menunjukkan status pemakainya. Mereka disebut sebagai yongjam, bongjam, jukjam, mokryeokjam, maejukjam, atau jukjeoljam tergantung pada hiasan di bagian atas binyeo.); Cheopji (Aksesoris yang ditempatkan pada bagian atas rambut ketika wanita mengenakan gaun pengantin.); Daenggi (pita yang digunakan untuk mengikat dan menghias rambut panjang. Ada berbagai macam, termasuk jebiburi daenggi, apdaenggi, doturak daenggi dan goidaenggi.); Norigae (Merupakan aksesoris utama bagi perempuan. Liontin Norigae secara luas digunakan dari wanita istana kerajaan hingga rakyat jelata. Bentuknya ada 2 macam, ada yang 3 ornamen atau satu ornament.)
  • Untuk Pria

Samo (Sebuah topi yang dipakai bersama dengan Dalleyong (jubah). Merupakan pakaian sehari-hari para pejabat.); Gat (Jenis topi yang dikenakan oleh para pria di Dinasti Joseon. Dikenakan dengan po (gaun) oleh pejabat saat keluar rumah.); Nambawi (Merupakan topi musim dingin yang dipakai oleh pria dan wanita untuk menutupi dahi, leher bagian atas, dan telinga. Juga disebut pungdaengi.); Bokgeon (Jenis topi yang digunakan pria pada masa dinasti Joseon. Dikenakan dengan po (gaun) oleh pejabat saat keluar rumah.); Hogeon (Mirip dengan bokgeon, tetapi mahkota kepala terbuka dan pola telinga, mata, dan jenggot yang disulam untuk menunjukkan desain harimau. Hal ini biasanya dikenakan dengan obangjang durumagi, jeonbok, atau sagyusam.)
  • Cara Memasang Pita

Sekarang kita belajar memakai otgoreum ( pita ) pada hanbok, karena walaupun nampak sederhana, namun seringkali kesulitan .
1. Ada dua sisi yang kita anggap A ( kiri ) dan B ( kanan ) . Letakkan sisi A di atas sisi B.
2. Sisi A putar dan tarik ke atas.
3. Dengan panjang kira-kira 10 cm lipat sisi B
4. Kembali sisi A diputar ( di talikan ) lagi.
5. Tarik dan rapikan.
6. Atur keserasian panjang antara kedua sisi tersebut.
Nah untuk lebih jelasnya klik saja link ini cara memakai pita hanbok



Hope you enjoy it, add your comment....
Gamsahamnida ^_^


Referensi
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Hanbok
  • http://lestaritania.blogdetik.com/2011/12/14/berkenalan-dengan-hanbok/
  • http://artiskorea.web.id/fashion/sejarah-hanbok-baju-tradisional-korea
  • http://blogdenaes.blogspot.com/2012/04/mengenal-pakaian-tradisional-korea.html
  • http://tvpot.daum.net/clip/ClipView.do?clipid=3289678&rtes=y

CS-Number (Cry out with my heart Lyric)



Romanization
Naesarang geudaeyeo geogi meomchwoseoyo
Najigeum geudaeege gago isseoyo
Geudaeeobsi nan ije dan harudo salji motaeseo
Gaseumeuro unda

Naega jeongmal saranghaetdeon sarami
Naegen mueotboda sojunghaetdeon sarami
Eonjena naegyeote yeongwonhalgeotman gatatdeon geusarami
Nal dugoganeyo

Naegaseumi jugeulmankeum neomu apeunde
Nan ajikdo geudaeui geokjeongppuninde
Naegeneun sesangui ojik hansaram
Geusarami nal tteonaneyo

Naesarang geudaeyeo geogi meomchwoseoyo
Najigeum geudaeege gago isseoyo
Geudaeeobsi nan ije dan harudo salji motaeseo
Gaseumeuro unda

Naega jeongmal saranghaetdeon moseupdo
Nareul nuguboda akkyeojudeon maeumdo
Dwireul dorabomyeon seoisseulgeotman gateunde
Dorabomyeon geudaega eomneyo

Naegeneun sesangui ojik hansaram
Geusarami nal tteonaneyo

Naesarang geudaeyeo naemal deullinayo
Najigeum michidorok ulgo isseoyo
Mianhaeyo nan geudae moseuphana itjimotaeseo
Geudaelbulleobonda

Naega itjimotal naui sarami
Deutjimotal naesarama ah

Eodieinnayo naege dorawayo
Najigeum geudaeege gagoisseoyo
Jigeumanimyeon neoreul huhoehamyeo salgeot gataseo
Niga majimak sarang gataseo

English Translation lyrics
*My love dear, stop there
I'm coming to you right now
I can't live without you for a day
I cry out with my heart

The person that I really loved
The person that was more precious than anything
The person whom I thought would stay next to me forever
Is leaving me

My heart hurts to death
I still only worry about you
The only person for me in this world
That person is leaving me

*Repeat

Things that I loved about you
The heart that cared about me more than anyone
I feel like you'd be standing if I turn around
But when I do, you're not there

Foolishly, not know my heart
That person is leaving me

My love dear, can you hear my words?
I'm crying like crazy right now
I'm sorry, I can't forget a single moment of you so
I call out your name

The person that I won't forget
Dear person who can't hear me

Where are you? Come back to me
I'm coming to you right now
Cause I feel like I will regret while living if not now
Cause I feel like you're the last love

Cari Tau Nama Korea Kamu Berdasarkan Tanggal Lahir


Mau tau nama korea kamu? Ternyata cara menemukannya diambil dari tanggal lahir kamu sendiri lho.. Mau tau caranya? begini, begini, begini…

Nama marga kamu diambil dari angka terakhir Tahun Kelahiran
- 0: Park
- 1: Kim=keemasan
- 2: Shin=kepercayaan
- 3: Choi
- 4: Song
- 5: Kang=sejahtera,kekuatan
- 6: Han=beriman
- 7: Lee
- 8: Sung=terselesaikan
- 9: Jung=terhormat, cinta kasih, kebenaran
Nama tengah, diambil dari Bulan Kelahiran
- 1: Yong=keberanian,keabadian
- 2: Ji=kebijakan
- 3: Je
- 4: Hye=perempuan anggun,intelejensi,kebajikan
- 5: Dong
- 6: Sang=mulia
- 7: Ha
- 8: Hyo=kewajiban
- 9: Soo= keunggulan,kesempurnaan
- 10: Eun
- 11: Hyun=kebajikan,kehormatan. Hyun-sik=cerdas,hyun-ki=biijaksana
- 12: Rae
Nama kamu sendiri (halah, maksudnya panggilan), diambil dari Tanggal Lahir
- 1: Hwa=keabadian,kecantikan,kejayaan
- 2: Woo=gadis
- 3: Joon
- 4: Hee
- 5: Kyo
- 6: Kyung=cemerlang,kehormatan
- 7: Wook=matahari terbit
- 8: Jin=kebenaran
- 9: Jae=terhormat
- 10: Hoon
- 11: Ra
- 12: Bin
- 13: Sun=kebaikan
- 14: Ri
- 15: Soo=keunggulan,kesempurnaan
- 16: Rim
- 17: Ah
- 18: Ae=cinta
- 19: Neul
- 20: Mun=berpendidikan
- 21: In=manusia
- 22: Mi=cantik
- 23: Ki=energi
- 24: Sang=mulia
- 25: Byung
- 26: Seok
- 27: Gun
- 28: Yoo=kelembutan
- 29: Sup
- 30: Won
- 31: Sub

Karena saya lahir pada tanggal 11 bulan September tahun 19*9, berarti nama korea saya adalah Jung Hyun Ra! Hihihi… Kok aneh ya? Tapi gapapa lah… Nah, jadi apa nama korea kamu?^_^

ada pun sebagian makna dari nama korea udah tercantum. trus ada tambahan dikit nih…
Moon =sejahtera
Ok= permata,mutiara
Kwan =kekuatan
Cho=tampan/cantik
Bae=inspirasi
Bi=hujan
Bobae=berharga
Bok= diberkati
Bon=terbaik
Bong=luarbiasa
Chul= ketegaran
Chun=keadilan
Chin= berharga
Ching=kebangsawanan
Dae=hebat
Deok=kekal/kebajikan
Dong =timur
Eun= rahmat
Gi=berani
Goo=meraih
Hak=terpelajar
Hana=bunga ,kesatuan, Satu
Haneul=langit,surga
Hee=sukacita
Hei=rahmat
Hwan=bersinar
Hea=keanggunann
Ho=kebaikan
Hyeon=bijak
Il=tulus
Jeong=suci
Kwang=sinar
Kyeong=kehormatan
Min=kecerdasan,cemerlang
Myung=kecerdasan,terang
Nam=selatan
Ren=anggrek
Ryeon=teratai
Ryung=cemerlang
Seung= kemenangan
So=abadi,cantik
Sook=kemurniaan
Soon=kelembutan
Su=keistimewaan
Suk=kebesaran
Tak=kemenangan
Yoon=membiarkan
Young=kemakmuran
Yul=hasrat
Yun=melodi

Comment ya... berikan tanggapan dan perbaikan untuk entri ini... OK! ^_^
~GamSaHamNiDa~

SINOPSIS Protect The Boss Episode 1 - 18 (final)


Details Serial Drama
Title: Boseureul Jikyeora/Protect The Boss
Previously known as: The Boss Has / The Last Secretary/ Protect The Boss
Genre: Romance, comedy
Episodes: 18
Broadcast network: SBS

Pemeran Utama
Choi Kang Hee as No Eun Seol
Ji Sung as Cha Ji Heon
Kim Jaejoong as Cha Moo Won
Wang Ji Hye as Seo Na Yoon
Lee Hee Won as Yang Ha Young


Sinopsis Ringkas Protect The Boss / The Last Secretary
Cha Ji Heon (Ji Sung) adalah seorang pemuda yang sangat belum dewasa dan direktur Grup DN, serta putra bungsu ketua (Park Young Kyu). Noh Eun Seol (Choi Kang Hee) seorang gadis tangguh dan berani, pernah menjadi gadis yang bermasalah di sekolah dan memiliki latar belakang akademis yang buruk. Dia berjuang untuk menemukan pekerjaan penuh waktu. Di sisi lain, ada lagi bos muda matang dan pekerja keras, Cha Moo Won (Kim Jaejoong) yang tampaknya sempurna tapi juga memiliki masalah sendiri untuk ditangani. Setelah memberitahu Direktur Cha Moo Won, yang adalah sepupu Ji Heon itu, sepotong pikirannya, pada sebuah wawancara di Grup DN, dia dipekerjakan sebagai sekretaris Ji Heon. Bertekad untuk tidak dipecat dari pekerjaan profesional pertamanya, Eun Seol bekerja keras menangani sikap kekanak-kanakan Ji Heon dan membantu dia untuk membuktikan bahwa ia bisa menjadi penerus dari Grup DN.  untuk lebih lanjutnya baca saja sinopsisnya hingga selesai... (lucu abis)

Klik link Di Bawah Ini Untuk Sinopsis Lengkap Protect The Boss Episode 1 - 18(final)
Sinopsis Episode 1 Protect The Boss
Sinopsis Episode 2 protect The Boss
Sinopsis Episode 3 protect The Boss
Sinopsis Episode 4 protect The Boss
Sinopsis Episode 5 protect The Boss
Sinopsis Episode 6 protect The Boss
Sinopsis Episode 7 protect The Boss
Sinopsis Episode 8 protect The Boss
Sinopsis Episode 9 protect The Boss
Sinopsis Episode 10 protect The Boss
Sinopsis Episode 11 protect The Boss
Sinopsis Episode 12 protect The Boss
Sinopsis Episode 13 protect The Boss
Sinopsis Episode14 protect The Boss
Sinopsis Episode 15 protect The Boss
Sinopsis Episode 16 protect The Boss
Sinopsis Episode 17 protect The Boss 
Sinopsis Episode 18 protect The Boss

thanks for "buku sinopsis", "pelangi drama" and "korean chingu"

~Selamat  Membaca~
Gamsahamnida ^_^

Senin, 21 Mei 2012

iljimae-the phantom thief episode 2



Tiga orang prajurit utusan Raja tiba di rumah keluarga Lee.
Setelah menyembunyikan putranya, Geom, di dalam lemari, Lee Woh Ho menghadapi ketiga prajurit itu.
Ilmu pedang Won Ho sangat hebat, namun tetap saja tidak bisa mengimbangi ketiga prajurit yang mengepungnya. Geom bisa melihat pertarungan itu dari sebuah lubang di lemari. Won Ho terluka, namun ia tetap tidak menyerah dan bertarung mati-matian. Ia melihat pintu kamar tempat lemari Geom berada terbuka. Ia langsung berlari menutup, namun ia ditebas dari belakang. Lee Won Ho kalah. “Siapa yang menyuruh kalian?” tanyanya.
Raja datang.
“Kenapa kau lakukan ini padaku, Yang Mulia?” Won Ho melihat Raja, sangat terkejut.
“Apa yang dikatakan Gwang Hae benar.” kata Raja, mengeluarkan pedangnya. “Dua matahari tidak bisa berada di langit yang sama.”
Raja membunuh Won Ho dengan pedangnya. Geom melihat mereka dari dalam lemari, dan melihat lambang di pedang yang digunakan Raja. Geom menangis.
Para pembunuh itu sudah mau pergi, namun Chun tiba-tiba berbalik, seperti mendengar sesuatu. Geom menutup mulutnya dengan tangan agar tangis dan nafasnya tidak terdengar. Chun mengguncang-guncang lemari dan Kong He (prajurit yang lain) mengintip lewat lubang lemari. “Tak ada apapun di sana.” kata Kong He. Namun Chun masih curiga. Mereka semua kemudian pergi.
Di saat yang sama, Swe Dol manyelinap ke rumah keluarga Lee. Ia sangat terkejut dan takut melihat Woh Ho sudah dibunuh.
“Tolong aku…” terdengar suara seseorang. “Seseorang.. tolong aku…”
Swe Dol berjalan mencari arah suara. Ia mencoba membuka kunci lemari, namun terdengar suara polisi dari luar, yang berteriak meminta Pemberontak Lee Won Ho menyerah dan ditangkap. Swe Dol panik. Ia kemudian mengangkat lemari itu dan pulang ke rumahnya.
Para polisi berkesimpulan bahwa Lee Won Ho mati bunuh diri karena gagal melakukan pemberontakan. Mereka menemukan secarik kertas yang ditulis dengan darah dibawah rumah keluarga Lee. “Dia benar-benar otak dari rencana pemberontakan ini.” kata kepala polisi.

Geom jatuh sakit dan pingsan di rumah Swe Dol.
Dan Ee, istri Swe Dol, pergi untuk mencari tahu apa yang terjadi. Ia akhirnya mengetahui bahwa anak yang dibawa Swe Dol adalah putra Won Ho. Ia pulang dan ingin mengusir Geom. “Saat anakku dituduh mencuri, kau hidup tenang sebagai bangsawan!” teriak Dan Ee seraya menarik Geom. Swe Dol menghalanginya. Dan Ee mengatakan bahwa anak itu adalah anak Lee Won Ho dan ia ingin membalaskan dendam pada Lee Won Ho.
“Jika ia adalah anak Lee Won Ho, maka ia dan Ja Dol adalah saudara sedarah. Jadi ia adalah adik Ja Dol.” kata Swe Dol. Dan Ee menangis.

Swe Dol teringat masa lalunya 10 tahun yang lalu ketika ia masuk ke rumah keluarga Lee. Seseorang membayarnya untuk menculik Dan Ee, yang saat itu masih menjadi pelayan keluarga Lee. Agar Dan Ee tidak berteriak, Swe Dol memukulnya hingga pingsan. Swe Dol berlari membopong Dan Ee, namun tiba-tiba Won Ho mumcul di hadapannya. “Aku.. aku hanya melaksanakan perintah.” kata Swe Dol. “Aku hanya ingin melihatmu.” kata Won Ho. “Sekarang aku tenang. Sepertinya kau adalah orang yang baik dan jujur.” Won Ho memberinya sekantung uang. “Aku bergantung padamu. Tolong buat dia bahagia. Dia wanita yang sangat cantik dan sangat berharga untukku.” Swe Dol menyerahkan Dan Ee pada seorang pria, yang ternyata ingin membunuh Dan Ee. “Jangan salahkan aku.” ujar pria itu. “Salahmu sendiri kenapa kau mengandung anak Tuanku.” Ia mengangkat batu dan hendak membunuh Dan Ee, namun Swe Dol menghalanginya dan membawa Dan Ee pergi.

Swe Dol bertemu dengan pelayan dari rumah keluarga Byun Shik. Ia bertanya tentang kabar Ja Dol. Pelayan itu bilang, sekarang nama anak itu adalah Shi Hoo. Pelayan itu juga bercerita bahwa ditemukan secarik kertas di rumah keluarga Lee, yang merupakan bukti bahwa Lee Won Ho adalah otak pemberontakan.
“Jadi begitu.” kata Swe Dol shock. “Ja Dol telah menyebabkan kematian ayahnya kandungnya sendiri. Semua karma ini adalah karena aku.” Swe Dol menangis.

Geom pergi dari rumah Swe Dol. Ia berjalan di pasar dan mendengar para polisi mencari-cari dia. Geom melihat orang-orang berkumpul melihat sesuatu, ia berjalan melewati mereka.
“Pergi!” ujar seorang pria. “Anak kecil tidak boleh melihat ini.” Geom, yang linglung, berjalan pergi. Namun ia mendengar pria itu berkata lagi, “Aku dengar mereka akan memotong-motong tubuh pemberontak itu.” Geom berbalik. Pria itu melanjutkan, “Empat ekor kuda akan menarik mayat pemberontak itu sampai terpotong.”
Geom melihat kedua kaki dan tangan ayahnya diikat dengan tali yang disambungkan ke empat kuda.
Eksekusi dimulai. Geom terjatuh, menangis dan ketakutan. Geom mundur dan berlari pergi.




Geom berjalan menuju rumahnya yang sudah hancur berantakan. Ia menangis dan berlutut di depan sebuah pohon Mae Hwa. Dengan sebuah besi kecil yang ditemukannya, ia menggambar sebuah lambang. Lambang yang dilihatnya di pedang orang yang telah membunuh ayahnya. “Aku tidak akan lupa.” ujarnya. “Tidak akan pernah lupa.”
Tiba-tiba dua orang prajurit datang dan mengejar Geom. Geom melarikan diri dan bersembunyi. Ia bertemu dengan Bong Soon dan kakaknya.
Kakak Bong Soon hendak memberi tahu prajurit bahwa Geom bersembunyi di situ, tapi Geom melarangnya. Geom memberikan perhiasan ayahnya pada kakak Bong Soon. “Aku bisa menjualnya dan dapat uang.” kata kakak Bong Soon. Mereka akhirnya membawa Geom ke perkemahan kumuh.
Geom jatuh sakit karena memakan makanan yang kotor. Ia tidak biasa memakan makanan seperti itu. Kakak Bong Soon pergi untuk menjual perhiasan milik ayah Geom dan membeli obat. Pembeli perhiasan itu kemudian melapor pada Chun.
Chun dan Kong He mengejar kakak Bong Soon, mengira ia adalah Geom.

Geom sadar dan takut akan terjadi sesuatu pada kakak Bong Soon. Ia ingin pergi, namun tiba-tiba melihat kakak Bong Soon datang. Geom menjadi tenang, namun Chun muncul di belakang kakak Bong Soon dan membunuhnya. Bong Soon menangis.
Chun dan Kong He mengejar Geom dan Bong Soon yang melarikan diri. Mereka berpencar karena tidak yakin arah Geom dan Bong Son lari.
Geom dan Bong Soon menemui jalan buntu. Di depan mereka adalah tebing tinggi yang menjurus ke sungai.
“Aku takut.” kata Bong Soon, menangis ketakutan.
“Tenanglah, aku akan melindungimu.” kata Geom, berniat melompat. Ia menggandeng tangan Bong Soon. “Aku tidak akan melepaskan tanganmu. Satu, dua, tiga.”
Geom melompat ke sungai, namun Kong He tiba-tiba muncul dan menangkap Bong Soon.
Kong He mengeluarkan pedangnya untuk membunuh Bong Soon.
“Anak laki-laki itu melompat ke sungai dan mati.” kata Kong He. “Aku juga sudah membunuh anak perempuan itu.”
“Benarkah?” tanya Chun. “Akhirnya kau kembali ke dirimu yang sebenarnya.”
Beberapa pengawal datang dan membawa mayat seseorang.
“Kenapa kau mengumpulkan mayat?” tanya Kong He pada Moo Yi, satu dari tiga prajurit yang datang ke rumah keluarga Lee.
“Mungkin matahari yang dikatakan oleh peramal buta itu bukanlah Lee Won Ho, namun putranya.” kata Moo Yi.
Geom kembali ke desa. Ia melihat beberapa polisi lewat dan menunduk, berpura-pura mengemis. Salah satu polisi adalah orang yang dulu pernah bertemu dengan Geom dan ayahnya saat kasus pencurian Shi Wan. Ia kemudian menangkap Geom.

Eun Chae sangat sedih mendengar Lee Won Ho telah dibunuh. Ia pergi keluar memandang pohon Mae Hwa dan teringat Geom.
Kong He meninggalkan sebuah surat pada Chun.
“Chun, aku tidak akan melakukannya lagi. Aku tidak mau lagi membunuh wanita dan anak-anak. Aku lebih memilih membunuh babi untuk hidup.”
Kong He pergi.

Shi Wan mengambil sebuah cangkir berharga dan tanpa sengaja memecahkannya.
Byun Shik melihat pecahan itu dan memukuli Shi Hoo karena mengira ia yang melakukannya.
Chun, yang saat itu sedang berkunjung. melihat ada darah dipecahan keramik. Ia menyerahkan keramik itu pada Shi Hoo.
“Pelakunya pasti terluka tangannya.” kata Shi Hoo pada Byun Shik.
Byun Shik melihat tangan Shi Hoo tidak terluka. Ia kemudian menyuruhnya pergi.
Moo Yi datang dan melaporkan pada Chun bahwa polisi telah menangkap anak yang mungkin adalah Geom. Namun mereka tidak yakin.
Shi Hoo mendengar hal itu dan berlari mendekati mereka. “Aku pernah bertemu dengan anak itu.” kata Shi Hoo.
“Jadi kau bisa mengenalinya?” tanya Moo Yi.
“Ya.”

Ibu Geom ditangkap. Polisi membawa Geom menemui ibunya agar ibunya bisa mengenali Geom.
Chun tiba. Ia bertanya pada Geom. “Dia ibumu, bukan?”
Ibu Geom menggeleng pelan, mengisyaratkan Geom agar tidak berkata apapun.
Untuk melindungi Geom, ibunya berpura-pura bahwa kakak Bong Soon yang mati adalah anaknya. “Apa kau membunuh anakku?” teriaknya pada Chun. Chun mendorong ibu Geom sampai terjatuh. Ibu Geom berpaling pada Geom. Ia mengguncang-guncang tubuh Geom dengan keras. “Siapa kau? Pergi kau! Mati kau!” teriaknya pada Geom.
Geom diam, ketakutan dan menangis. “Wanita itu sudah gila.”
Chun masih ragu. Ia kemudian memberi sebongkah batu pada Geom. “Wanita itu adalah istri pemberontak. Lempar dia dengan batu.”
Geom menerima batu itu dan menatap ibunya.
Dan Ee melihat kejadian itu dari jauh dan merasa sedih.
“Geom, lempar batu itu padaku.” ujar ibu Geom dalam hati. “Aku akan baik-baik saja.”
Moo Yi dan Shi Hoo melihat Geom dan ibunya dari jauh. “Apa memang dia orangnya?” tanya Moo Yi.
“Anak itu…” Shi Hoo menjawab. “Anak itu… Anak Lee WonHo bukan dia. Aku yakin, itu bukan dia.”
Geom ragu, dan dengan terpaksa melempar ibunya dengan batu.
Kepala ibu Geom berdarah.
Moo Yi memberi isyarat pada Chun bahwa anak itu bukanlah anak Lee Won Ho.
“Aku sudah bilang…” ujar Shi Hoo. “Aku pasti akan membayar hutang budiku padamu.”
Chun melepaskan Geom. Ia membawa mayat kakak Bong Soon, dan ibu Geom berpura-pura menangisi kematian putranya.
Geom berjalan pergi perlahan. Dan Ee mengikutinya. Geom pingsan.
Polisi yang menangkap Geom itu, dipecat dari jabatannya.

Geom sakit demam. Tabib bilang, Geom mengalami shock yang luar biasa sehingga ia kehilangan ingatannya.
“Ia masih kecil.” kata Swe Dol. “Sangat sulit baginya untuk menerima semua itu. Kita harus menjaganya. Izinkan aku merawatnya. Dia menjadi seperti ini karena aku. Aku mohon padamu, izinkan aku merawatnya.”
“Tidak!” seru Dan Ee menolak. “Kenapa kau mau merawat anak Lee Won Ho?”
“Dengarkan aku kali ini saja.” ujar Swe Dol. “Aku sudah menyelamatkan nyawamu, dan sudah menjaga Ja Dil seperti darah dagingku sendiri. Karena itu.. kau harus mendengarkan aku kali ini saja. Tunggu… Kita akan menamai dia apa ya? Ah, kita panggil dia Ryung. Ryung!”
Ryung kemudian menjadi putra Swe Dol dan Dan Ee.

Ternyata Kong He tidak membunuh Bong Soon. Ia memberi uang pada sepasang suami istri untuk menjaga Bong Soon. Namun pasangan suami istri itu malah berniat menjualnya.
Bong Soon kabur dan mengikuti Kong He kemana-mana.
“Pergi!” usir Kong He. “Turuti bibi itu!”
“Aku takut.” kata Bong Soon, menangis. “Aku tidak mau dijual.”

13 tahun kemudian.
Ryung sudah tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa. Ia menjadi bulan-bulanan para anak bangsawan dibawah pimpinan Shi Wan. Mereka memukuli Ryung habis-habisan dan mengikatnya di pohon hingga Ryung tidak sadarkan diri.
“Geom, apapun yang terjadi pada ayah, kau harus tetap hidup.” terdengar sebuah suara di kepalanya. “Berjanjilah pada ayah. Katakan bahwa kau akan terus hidup.”
Ryung, yang tidak sadarkan diri, ditolong oleh seorang pemburu. Ia membawa Ryung ke rumahnya dan mengobatinya.
Ryung menggumam dalam tidurnya. “Ayah… Ibu… Geom… Geom tidak akan mati… Ayah!”
“Geom? Jadi dia masih hidup.” ujar si Pemburu pada dirinya sendiri.
“Ayah!!!” Geom berteriak dan tersadar dari tidurnya.
“Kalau aku tidak datang, kau pasti sudah mati membeku.” kata si Pemburu. “Siapa dan hidup dimana kau? Kenapa kau pergi ke gunung ini?”
“Namaku Ryung. Aku tinggal di NamMun.” jawab Ryung, meminum air hangat yang diberikan pemburu. “Aku berterima kasih. Tapi…”
“Aku adalah seorang pemburu.” kata si Pemburu. “Aku datang kemari untuk melihat apa ada binatang yang terkena perangkapku. Dan aku berhasil menangkap binatang yang sangat besar.”
Ryung tertawa. “Apa yang kau tangkap? Badak? Harimau? Biarkan aku lihat!”
Si pemburu keluar. “Ryung? Hahaha.. Kau yang bilang sendiri padaku bahwa kau adalah Geom. Geom adalah putra pemberontak Lee Won Ho. Hahaha…”
Si pemburu adalah polisi yang dulu menangkap Geom kecil, yang kemudian dipecat dari pekerjaannya.

Ryung kembali ke rumah. Hari sudah siang pagi namun Ryung tidak juga bangun. Swe Dol memukulinya dengan sapu. “Aku tidak mau pergi! Aku tidak mau belajar ke tempat itu!” seru Ryung. Namun ayahnya bersikeras menyuruhnya pergi.
Ryung berjalan pergi. Di perjalanan, ia bertemu dengan seorang pendeta, yang tidak lain adalah Kong He.
“Manusia adalah makhluk yang sangat menyedihkan.” kata Kong He, menghentikan jalan Ryung. Ryung menatapnya kesal, dan hendak berjalan pergi. “Aku punya sesuatu yang menarik untukmu.”
Ryung berhenti berjalan. “Menarik?”
Kong He membisikkan di telinga Ryung, “Baru diterbitkan. Tidak di edit. Sangat menggairahkan.”
“Menggairahkan?” tanya Ryung antusias.
Kong He mengajaknya menemui seorang gadis dan meninggalkannya di sana. Gadis itu memanggil ‘Ayah’ pada Kong He. Ia tidak lain adalah Bong Soon, yang dibesarkan dan dirawat oleh Kong He.
“Kau mau karya Chunnah? Itu adalah buku kami yang paling laris.” kata Bong Soon.
“Yang penting menggairahkan.” kata Ryung.
Bong Soon mulai mengeluarkan bukunya satu demi satu dan mempromosikannya pada Ryung. Ryung membeli satu buku yang paling erotis. Ia memamerkan buku itu pada temannya, Dae Shi.
“Kupikir kau membawa sesuatu yang bisa dimakan.” kata Dae Shi acuh.
Ryung membuka halaman pertama buku itu, ternyata buku itu hanya terlukis gambar bunga dan bukan sesuatu yang erotis. Ryung merasa tertipu dan kesal.

Kong He dan Bong Soon bekerja sebagai pedagang. Ryung mencari mereka ke toko tempat mereka berjualan dan mengusir semua pembeli yang ada disana. Ryung meminta uangnya di kembalikan. Bong Soon pergi keluar untuk kabur. Ryung mengikutinya.
Tiba-tiba ada seseorang yang memukul kepala Ryung dari belakang. Ternyata itu adalah Swe Dol, ayahnya. Swe Dol menarik Ryung, menyuruh ia pergi belajar.
“Aku membelikanmu ini, Ayah!” kata Ryung, merebut sebuah botol obat dari Bong Soon. Obat itu adalah obat yang bisa membuat meningkatkan nafsu seseorang (kacau banget nih).
“Apa ini?” tanya Swe Dol.
Chun dan Moo Yi mendapat laporan dari si pemburu bahwa ia telah menemukan Geom, putra Lee Won Ho yang telah meninggalkan 13 tahun yang lalu. Chun menyuruh Moo Yi untuk menemui si pemburu.


Swe Dol menarik Ryung ke sekolah untuk belajar. “Duduk!” teriaknya, mendorong Ryung.
Semua pelajar bangsawan menatap ke arahnya dengan pandangan marah.
Shi Wan menggebrak meja. Ia dan temannya kemudian menyeret Ryung dan mengikatnya di atas sumur. Ryung di celup ke dalam sumur, kemudian diangkat lagi.
“Aku sudah memperingatkanmu untuk tidak menunjukkan wajahmu lagi!” seru Shi Wan. “Kau! Kau berani menatapku!”
Shi Wan mengambil kayu dan memukul kepala Ryung dengan sangat keras hingga pingsan.
~Bersambung~
sumber: princess-chocolates.blogspot.com